Tampilkan postingan dengan label BAHAN BELAJAR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAHAN BELAJAR. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Oktober 2012

Penunjuk Angka, Bilangan, Jumlah

  • ·         Pecahan
Bilangan pecahan disebut fraction dalam bahasa inggris. Ordinal fraction adalah pecahan biasa dan decimal dibaca dengan ordinal number.
½             = a half, atau one second
1/3         = one third atau third
1/8         = one eight, atau an eight
2/3         = two third
¼             = one forth atau a quarter
¾             = three forth atau three quarter
5/7         = five seventh
1 5/9      =one and five ninth

Kata per untuk pecahan yang kompleks dinyatakan dengan kata over
318/928                = three hundred and eighteen over nine hundred and twenty eight

  • Decimal
Angka pecahan decimal dibaca dengan angka terpisah, kita menggunakan kata point untuk membaca tanda titik (.) Ingat pecahan decimal dalam bahasa inggris tidak menggunakan koma (,) seperti dalam bahasa Indonesia.
0.5          = point five/nought point five/zero point five
0.7          = point seven, dst.
1.275     = one point two seven five
1.5          = one point five
3.25        = three point two five

  • Pangkat
Cara membaca perpangkatan adalah dengan menyebutkan angka yang dipangkatkan dalam cardinal number di ikuti kata to dan kemudian menyebut angka pemangkat dalam ordinary number yang diawali kata the dan diikuti kata power.
82            =eight to the second power is 64
53            = five to third power is 125
7821        = seventy-eight to the twenty first power is…..

#ungkapan dipangkatkan adalah raise to a power
Dipangkatkan delapan   = rise to the eighth power

Akar
Akar pangkat dua             = the square root
Akar pangkat tiga             = the cubic root, atau cube root
= 12 = the square root of 144 is 12
= 15 = the square root of 255 is 15


  • Penambahan
Penambahan atau addition yang di lambangkan dengan + dapat di ungkapkan dengan tiga cara yakni plus, and dan added by
2+2= 4                   = two plus two is four/two and two is four/two added by two is four

Sementara angka-angka yang panjang dan banyak lebih lazim di pergunakan plus atau added by              

Kata sama dengan yang di lambangkan dengan = untuk proses penambahan dinyatakan dengan is atau equals.

  • Pengurangan
Pengurangan atau substraction yang di lambangkan dengan (-) dapa di ungkapkan dengan tiga cara pembacaan yakni from, take away, atau minus. Kata from dan take away untuk – biasanya hanya untuk angka-angka yang pendek atau sedikit, sementara angka-angka yang panjang atau banyak lebih lazim digunakan minus
7 – 4 = 3                = four from seven is/leaves three, atau seven take away four is/leaves three.

Kata sama dengan yang dilambangkan dengan =  untuk proses pengurangan dengan kata take away dan from dinyatakan dengan is atau leaves; sementara untuk pengurangan dengan kata minus dinyatakan dengan kata equals




  • Perkalian
Perkalian atau multiplication yang di lambangkan dengan x, untuk angka-angka yang pendek atau sedikit dinyatakan dengan penambahan akhiran –s pada angka setelah lambing kali (x)

3x4 =12                 = three sevens are twelve
6x7 =42                 = six sevens are forty-two

Untuk angka-angka yang panjang atau banyak dinyatakan dengan kata times untuk kata kali atau dikalikan, dan makes untuk kata sama dengan.

17x381 =6447                     
Untuk menyatakan satu   1x45 =45                              = once forty-five makes forty-five  Demikian pula dengan dua kali sekian dinyatakaan dengan twice……
 Untuk menyatakan tiga kali, empat kali, lima kali dst. dinyatakan dengan times yang diawali angka bersangkutan.

Dalam bahasa formal, kata kali dinyatakan dengan multiplied by dan kata sama dengan dinyatakan dengan equals.
17x381 =6447     = (seventeen multiplied by three hundred eighty-one equals six thousand four hundred forty-seven)

  • Pembagian
Pembagian atau division yang di lambangkan dengan ( : ) lazimnya menggunakan kata divided by untuk menyatakan dibagi dan equals untuk menyatakan sama dengan.
9:3= 3                    = nine divided by three equals three
261:9= 29             = two hundred and sixty-one divided by nine equals twenty-nine

Untuk angka-angka yang pendek atau sedikit pembagian dapat dinyatakan dengan angka pembagi into angka yang di bagi goes hasil bagi.
9:3= 3                    = three into nine goes three
40:4= 10               = four into forty goes ten

Sekian dulu post kali ini semoga bermanfaat

Rabu, 12 September 2012

KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN


Ketidakpastian yaitu Nilai toleransi data yang dapat diterima dalam suatu laporan

Ada tiga cara mengetahui adanya ketidakpastian dalam alat ukur yaitu :

  • ·         Rambat Ralat pengukuran
  • ·         ð maks Pengukuran
  • ·         σ pengukuran
Penjelasan ;
1. Ketidakpastian Ralat yaitu ketidakpastian untuk mengetahui kebenaran data dari alat ukur yang berbeda
·         Syarat Rambat ralat pengukuran yaitu :
1.      Dilakukan pengukuran tunggal
2.      Menggunakan alat pengukuran berbeda tanpa manipulasi
2. Ketidakpastian   ð maks Pengukuran yaitu ketidakpastian terbesar
·         Syarat   ð maks Pengukuran yaitu :
1.      Sistem tanpa manipulasi
2.      Alat ukur  yang digunakan sama
3.      Diukur berganda
4.      Nilai pembanding ! ( tingkat kesalahan terbesar yang dijadikan   ð maks karena yang paling tinggi telah mewakili smua ketidakpastian).
3. Ketidakpastian σ pengukuran yaitu ketidakpastian untuk mengetahui kebenaran data yang diatas 20 data
·         Syarat σ pengukuran yaitu :
1.      Sistem termanipulasi
2.      Pengukuran tunggal
3.      Data diatas 20
4.      Jika data dibawah 20 , diperbolehkan menggunakan σ grafik.

CONTOH DAN PEMBAHASAN MOMEN GAYA


Contoh Soal dan Pembahasan Momen Gaya dan Momen Inersia, Materi Fisika Kelas 11 (2) SMA. Contoh mencakup penggunaan rumus momen gaya, momen inersia untuk massa titik dan momen inersia beberapa bentuk benda, silinder pejal, bola pejal dan batang tipis.







Soal No. 1
Empat buah gaya masing-masing :
F1 = 100 N
F2 = 50 N
F3 = 25 N
F4 = 10 N
bekerja pada benda yang memiliki poros putar di titik P seperti ditunjukkan gambar berikut!
Jika ABCD adalah persegi dengan sisi 4 meter, dan tan 53o = 4/3, tentukan besarnya momen gaya yang bekerja pada benda dan tentukan arah putaran gerak benda!
Pembahasan 
Diagram gaya-gaya yang bekerja pada benda (tampak depan) sebagai gambar berikut :
Misal :
(+) untuk putaran searah jarum jam
(−) untuk putaran berlawanan arah jarum jam
(Ket : Boleh dibalik)
Sesuai perjanjian tanda di atas, benda berputar searah jarum jam
Soal No. 2
Empat buah gaya masing-masing :
F1 = 10 N
F2 = 10 N
F3 = 10 N
F4 = 10 N
dan panjang AB = BC = CD = DE = 1 meter
Dengan mengabaikan berat batang AE, tentukan momen gaya yang bekerja pada batang dan arah putarannya jika:
a) poros putar di titik A
b) poros putar di titik D
Pembahasan
a) poros putar di titik A
Putaran searah jarum jam.
b) poros putar di titik D
Putaran berlawanan arah dengan jarum jam
Soal No. 3
Susunan 3 buah massa titik seperti gambar berikut! 
Jika m1 = 1 kg, m2 = 2 kg dan m3 = 3 kg, tentukan momen inersia sistem tersebut jika diputar menurut :
a) poros P
b) poros Q
Pembahasan
a) poros P
b) poros Q
Soal No. 4
Lima titik massa tersusun seperti gambar berikut! 
m1 = 1 kg, m2 = 2 kg , m3 = 3 kg, m4 = 4 kg, m5 = 5 kg 
Tentukan momen inersianya jika:
a) poros putar sumbu X
b) poros putar sumbu Y
Pembahasan
a) poros putar sumbu X
b) poros putar sumbu Y
Soal No. 5
Tiga buah benda masing-masing :
Bola pejal massa 5 kg
Silinder pejal massa 2 kg
Batang tipis massa 0,12 kg
D = 2 m 
Tentuka momen inersia masing-masing benda dengan pusat benda sebagai porosnya!
Pembahasan
Bola pejal
Silinder pejal
Batang

CONTOH DAN PEMBAHASAN SOAL TEORI KUANTUM PLANCK


Contoh Soal dan Pembahasan tentang Teori Kuantum Planck, Materi Fisika kelas 3 (XII) SMA, dengan kata kunci daya, intensitas, kuanta energi dan jumlah foton.

Rumus Minimal

Energi Foton
E = hf
E = h( c/λ )
Energi Foton Sejumlah n
E = nhf
E = nh( c/λ )
Konversi 
1 elektron volt = 1 eV = 1,6 x 10−19 joule
1 angstrom = 1 Å = 10−10 meter
1 nanometer = 1 nm = 10−9 meter
Daya → Energi tiap sekon
Intensitas → Energi tiap sekon persatuan luas

Contoh Soal dan Pembahasan

Soal No. 1
Tentukan kuanta energi yang terkandung dalam sinar dengan panjang gelombang 6600 Å jika kecepatan cahaya adalah 3 x 108 m/s dan tetapan Planck adalah 6,6 x 10−34 Js ! 
Pembahasan
E = h(c/λ)
E = (6,6 x 10−34 )( 3 x 108/6600 x 10−10 ) = 3 x 10−19 joule
Soal No. 2
Panjang gelombang cahaya yang dipancarkan oleh lampu monokromatis 100 watt adalah 5,5.10−7 m. Cacah foton (partikel cahaya) per sekon yang dipancarkan sekitar….
A. 2,8 x 1022 /s
B. 2,0 x 1022 /s
C. 2,6 x 1020 /s
D. 2,8 x 1020 /s
E. 2,0 x 1020 /s
(Sumber soal : UM UGM 2004) 
Pembahasan
Data :
P = 100 watt → Energi yang dipancarkan tiap sekon adalah 100 joule.
Energi 1 foton 
E = h(c/λ)
E = (6,6 x 10−34 )( 3 x 108/5,5 x 10−7 ) joule
Jumlah foton (n) 
n = 100 joule : [ (6,6 x 10−34 )( 3 x 108/5,5 x 10−7 ) joule] = 2,8 x 1020 foton. 
Soal No. 3
Intensitas radiasi yang diterima pada dinding dari tungku pemanas ruangan adalah 66,3 W.m−2. Jika tungku ruangan dianggap benda hitam dan radiasi gelombang elektromagnetik pada panjang gelombang 600 nm, maka jumlah foton yang mengenai dinding persatuan luas persatuan waktu adalah ….(h = 6,63 x 10− 34 J.s, c = 3 x 108 m.s− 1)
A. 1 x 1019 foton
B. 2 x 1019 foton
C. 2 x 1020 foton
D. 5 x 1020 foton
E. 5 x 1021 foton
(Sumber soal : UN Fisika SMA 2010) 
Pembahasan
Data :
I = 66,3 W.m−2 → Energi yang diterima tiap sekon tiap meter persegi adalah 66,3 joule.
Energi 1 foton 
E = h(c/λ)
E = (6,63 x 10−34 )( 3 x 108/600 x 10−9 ) joule
Jumlah foton tiap sekon tiap satuan luas adalah:
n = 66,3 joule : [ (6,63 x 10−34 )( 3 x 108/600 x 10−9 ) joule] = 2 x 1020 foton
Soal No. 4
Tentukan perbandingan kuanta energi yang terkandung dalam sinar dengan panjang gelombang 6000 Å dan sinar dengan panjang gelombang 4000 Å ! 
Pembahasan
Data :
λ1 = 6000 Å
λ2 = 4000 Å
E = h(c/λ)
E1/E2 = λ2 : λ1 = 4000 : 6000 = 2 : 3
Soal No. 5
Energi foton sinar gamma adalah 108 eV. Jika h = 6,6 x 10−34 Js dan c = 3 x 108m/s, tentukan panjang gelombang sinar gamma tersebut dalam satuan angstrom! 
Pembahasan
Data : 
E = 108 eV = 108 x (1,6 x 10−19) joule = 1,6 x 10−11 joule
h = 6,6 x 10−34 Js 
c = 3 x 108 m/s
λ = …?
λ = hc / E 
λ = ( 6,6 x 10−34)(3 x 108) / (1,6 x 10−11) 
λ = 12,375 x 10−15 meter =12,375 x 10−15 x 1010 Å = 12,375 x 10−5 Å 
Soal No. 6
Bola lampu mempunyai spesifikasi 132 W/220 V, ketika dinyalakan pada sumber tegangan 110 V memancarkan cahaya dengan panjang gelombang 628 nm. Bila lampu meradiasikan secara seragam ke segala arah, maka jumlah foton yang tiba persatuan waktu persatuan luas di tempat yang berjarak 2,5 m dari lampu adalah … (h =6,6.10−34 J s) 
(A) 5,33 . 1018 foton.s m−2 
(B) 4,33 . 1018 foton.s m−2 
(C) 3,33 . 1018 foton.s m−2 
(D) 2,33 . 1018 foton.s m−2 
(E) 1,33 . 1018 foton.s m−2 
(Sumber soal : SIMAK – UI 2009)
Pembahasan
Daya Lampu yang memiliki spesifikasi 132 W/220 V saat dipasang pada tegangan 110 V dayanya akan turun menjadi :
P2 =(V2/V1)2 x P1 
P2 =(110/220)2 x 132 watt = 33 watt
Intensitas (daya persatuan luas) pada jarak 2,5 meter : 
I = (P/A) dengan A adalah luas permukaan, anggap berbentuk bola (luas bola empat kali luas lingkaran).
I = (P/4π r2)
I = (33/4π (2,5)2) = 0,42 watt/m2 
0,42 watt/m2 → Energi tiap sekon persatuan luas adalah 0,42 joule.
Jumlah foton (n) :
n = 0,42 : (hc/λ) = [ 0,42 ] : [ ( 6,6 x 10−34 )( 3 x 108 )/( 628 x 10−9 ) ] = ( 0,42 ) : (3,15 x 10−19)
n = 1,33 x 1018 foton